Kulangkahkan kaki keluar ruang pemimpianku, terbayang sosok dia. Tersenyum manis kepadaku, tanpa berkata sepatah pun dia menghilang.
Terdiam sejenak masih dalam lamunan kosong…
Waktu berjalan tanpa henti, aku tersadarkan dering media komunikasi.
Kuhisap tembakau kematianku, ku hirup aroma biji kopiku, semoga bisa meredakan rasa ini.
Mulai tersadar dari lamunan kosong…
Aku tertawa dalam kepedihan
Aku bersenang-senang dalam genangan air mata tangisku,
hingga aku lupa untuk menangis, hingga aku tidak tahu lagi caranya untuk peduli.
Terima kasih Tuhan, siang ini Engkau kembali menuntunku untuk meneruskan yang sudah aku tinggalkan. Maafkan aku karena sering lupa denganMu.
Untuk Tuhanku dan untuk bocindKu..



0 komentar:
Posting Komentar