Sudah sangat lama, aku menjalani hidup seperti orang yang tidak punya mimpi, padahal kata orang-orang, mimpi adalah sesuatu yang membuat hari-hari kita hidup dan bermakna. Jika kita punya mimpi, maka kita akan mengejar mimpi itu sampai ketempat-tempat yang musykil sekalipun, dan akan banyak kejadian yang mendebarkan sepanjang petualangan kita menggapainya.
Itulah masalahnya, selama ini hidupku mengalir sebagaimana alir sungai, aku mengikuti saja alurnya, kulakukan apa-apa saja seperti yang kebanyakan orang lakukan saat mereka menginjak fase yang sama denganku. Orang kuliah, ya aku kuliah, orang lulus ya aku lulus, orang kerja ya aku kerja….. jujur, sumpah mati begitu. Terlihat sangat tidak membara dan kurang greget, tapi ya bagaimana lagi, begitulah adanya.
Sampai suatu ketika, dalam suatu hari, dalam perjalanan panjang hidupku yang mengalir sampai sekarang itu, aku tiba-tiba tersentak oleh sebuah kesadaran yang menyeruak tiba-tiba, tanpa katalis macam apa, tanpa alasan apa-apa, aku sadar, bahwa sebuah cinta maha indah telah menuntunku dengan sangat rapih, untuk mengalir pelan dan sampai ke muara.
Segala bentuk syukur bentuk puji kuucap sayup dan lantang, untuk “keajaiban” yang mempertemukan aku dengan kawan-kawan yang membagikan semangat dan mimpinya, hingga jadilah aku, sampai saat ini adalah orang yang hidup dan tumbuh besar atas cipratan mimpi-mimpi mereka.
Sewaktu SMA, alhamdulillah, Tuhan izinkan untuk aku belajar diantara teman-teman yang aku tahu betul kapasitas intelektual mereka itu mencuat-cuat tak dapat dibendung, jadilah aku ikut-ikut juga belajar sampai terengah-engah untuk sedikit saja berupaya mengikuti ritme orkestra mereka yang luar biasa cepat itu. Mereka lulus, aku lulus, mereka kuliah aku kuliah.
Waktu kuliahpun begitu, silih berganti Tuhan pertemukan aku dengan semua orang yang berapi-api semangatnya, yang tak kurang-kurang perjuangannya, yang mimpi-mimpinya itu mereka gantung di langit yang paling ujung, menggantungnya saja sudah membuktikan mereka layak mencapainya.
Selalu begitu, mereka bermimpi, lalu berjuang sampai putih tulang mereka itu terlihat, lalu berjalan terus sampai keringatnya itu bersimbah tak karu-karuan, kukejar mereka sekencang-kencangnya, mereka lulus aku lulus, mereka bekerja aku bekerja.
Sudah sangat lama, aku menjalani hidup seperti orang yang tidak punya mimpi, padahal kata orang-orang, mimpi adalah sesuatu yang membuat hari-hari kita hidup dan bermakna, jika kita punya mimpi, maka kita akan mengejar mimpi itu sampai ketempat-tempat yang musykil sekalipun, dan akan banyak kejadian yang mendebarkan sepanjang petualangan kita menggapainya.
Maka itu, hari ini aku sudah memutuskan untuk berani bermimpi, anggaplah ini sebagai sujud syukur yang khidmat, atas segala karunia yang berhamburan menghujaniku dari puluhan tahun lalu, atas segala cerita kehidupan yang tersulut dan membara berkobar-kobar oleh nyala mimpi semua orang luar biasa itu.
Akan kubangun sebuah rumah mungil, dipuncak bukit menghadap lembah yang kabutnya melayang-layang tipis itu, lalu meskipun sedikit telat nantinya akan kuucapkan juga sebuah janji dengan kata yang paling sungguh, kan kupesankan anak cucu kita nanti untuk menjelma pribadi yang punya mimpi, yang baik, yang mulia.
Mereka bermimpi………
Kita bermimpi……….
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar